Jumat, 21 Januari 2011

Hayaatan Thayyibah, Hidup yang Benar-benar Baik

Hayaatan Thayyibah, Hidup yang Benar-benar Baik
Oleh Abu Umar Abdillah @ Thu, 30 September 2010
www.arrisalah.net

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl 97)

Hayaatan Thayyibah

Hidup yang Benar-benar Baik

Penghidupan yang baik, manusia mana yang tidak memimpikannya? Ia adalah puncak cita-cita setiap insan yang hidup di dunia. Untuk tujuan itu pula manusia berjuang sepanjang umur, mencurahkan sepenuh potensi dan tak jarang harus rela menyabung nyawa. Tapi kehidupan seperti apa yang dianggap baik oleh manusia?

Meski diungkapkan dengan kalimat yang sama, sesungguhnya persepsi manusia tentang makna penghidupan yang baik itu sangat beragam dan berbeda-beda. Perbedaan itu pula yang menyebabkan manusia berbeda cara untuk meraihnya, juga berlainan jalan yang ditempuhnya.

Yang paling umum, kehidupan yang baik diartikan sebagai hidup mapan secara ekonomi, anggota keluarga yang komplit, juga tempat timggal dan kendaraan yang nyaman, serta unsur lain yang bersifat materi. Memang, semua itu bisa saja melengkapi nilai sebuah kehidupan yang baik. Namun ada yang lebih inti, yang mesti ada untuk disebut sebagai hayaatan thayyibah, atau kehidupan yang baik.


Hidup Dengan Rizki yang Halal

Allah menjanjikan ganjaran bagi orang yang beriman dan beramal shalih, berupa kehidupan yang baik. Imam al-Qurthubi mengumpulkan pendapat para ulama tafsir tentang makna hayaatan thayyibah (kehidupan yang baik), ketika beliau menafsirkan firman Allah dalam Surat an-Nahl di atas.

Pertama, kehidupan yang baik bermakna rizqun halaalun, rizki yang halal. Beliau mengalamatkan pendapat ini kepada Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubeir, Atha’ dan juga adh-Dhahak. Rizki yang halal akan mendatangkan ketenangan hati. Tenang saat mencari, nyaman pula tatkala membelanjakannya. Tak ada was-was, khawatir atau perasaan bersalah. Karena dia hanya mengambil yang dihalalkan oleh Allah, tidak pula merenggut apa yang menjadi hak orang lain.

Allah juga akan memberkahi rejeki yang didapat dengan cara yang halal. Sedangkan makna berkah adalah wujudnya pengaruh baik pada sesuatu. Yang sedikit bisa menjadi banyak, yang banyak juga mendatangkan maslahat. Dan berkah yang paling utama adalah menggunakan rejeki untuk taat kepada Allah.

Keberkahan itu terkadang berujud kemudahan urusan, anak istri yang berbakti, kedamaian di hati anggota keluarga dan hal-hal lain yang merupakan unsur-unsur kebahagiaan.

Berbeda dengan orang yang mendapat rejeki dari yang haram. Siksa hati di dunia telah mendera, sebelum merasakan siksa berta di akhirat. Kecuali jika dia bertaubat atau Allah berkehendak mengampuni kesalahannya.

Mereka yang mendapatkan rejeki dengan cara korupsi, mencuri, menipu timbangan, atau cara-rara haram yang lain, didera oleh was-was dan kekhawatiran yang berkepanjangan. Mereka takut saat mengambil, juga khawatir tatkala mengelola hasil. Keberkahan juga akan dicabut dari apa yang mereka dapatkan. Banyaknya harta tidak bermanfaat, tingginya jabatan tak membuatnya tenteram, dan harta yang dibelanjakannya hanya mendatangkan masalah dan problem yang sulit dipecahkan.

Qana’ah Atas Anugerah yang Allah Berikan

Makna kedua dari kehidupan yang baik adalah al-qana’ah. Ini adalah pendapat Hasan al-Bashri, Zaid bin Wahab, bin Munabih dan bahkan Ali bin Abi Thalib RDL. Sedangkan makna qana’ah adalah ridha bil qismi, ridha atas pembagian yang telah Allah anugerahkan. Tak diragukan, bahwa qana’ah akan membawa ketenteraman dan kebahagiaan hidup. Nabi SAW menyebut orang yang qana’ah sebagai orang yang beruntung, maka jelaslah bahwa hidup yang dijalani dengan qana’ah adalah kehidupan yang baik. Nabi SAW bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh beruntung, orang yang telah berislam, diberi rejeki yang cukup, lalu Allah menjadikannya qana’ah atas apa yang Dia karuniakan kepadanya.” (HR Muslim)

Tak setiap manusia yang dikarunia harta melimpah lantas puas dan ridha dengan apa yang didapatkan. Hati yang tidak qana’ah, akan terus panas terbakar oleh provokasi nafsu yang tak kenal puas. Bak minum air laut, yang tak hilang dahaga karenanya. Seandainya diberikan kepadanya satu ladang emas, niscaya dia akan mencari ladang yang kedua. Dan inilah hakikat kefakiran yang sebenarnya.

Taufik untuk Menjalankan Ketaatan

Makna ketiga adalah taufiiq ila ath-thaa’aat, anugerah taufik atau kekuatan untuk bisa menjalankan ketaatan kepada Allah. Ini juga menjadi salah satu pendapat adh-Dhahak. Beliau juga berkata, “Barangsiapa yang beramal shalih sedangkan dia beriman dalam kondisi susah dan mudah, maka kehidupannya adalah kehidupan yang baik. Dan barangsiapa yang berpaling dari berdzikir kepada-Nya dan tidak beriman kepada Rabbnya, tidak beramal shalih, maka kehidupannya adalah kehidupan yang sempit, tak ada kebaikan di dalamnya.”

Telah di-nash oleh Allah bahwa “innal abraara lafii na’iim, wa innal fujjaara lafii jahiim”, sungguh orang yang berbakti itu akan beroleh kenikmatan, dan sesungguhnya orang yang fajir itu akan beroleh jahim (kesengsaraan). Kenikmatan maupun kesengsaraan yang dimaksud bukan sebatas kenikmatan jannah atau penderitaan di neraka saja, tapi juga di dunia, di alam barzakh, dan di daarul qarar (jannah atau neraka), seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab al-Jawaabul Kaafi.

Maka barangsiapa yang mencari kenikmatan yang bukan dalam ketaatan kepada-Nya, niscaya akan dihukum dengan kesengsaraan hati di dunia, diombang-ambing oleh nafsu yang kebingungan mencari klimaks kenikmatan.

Makna Lain yang Melengkapi

Pendapat keempat, Mujahid, Qatadah dan Ibnu Zaid berkata, “Maksud kehidupan yang baik adalah jannah.” Inia adalah pendapat Hasan al-Bashri. Beliau berkata, “Tidak ada kehidupan yang lebih baik dari kehidupan di jannah. Memang begitulah adanya. Jannah adalah kehidupan yang baik. Terkumpul di dalamnya kenikmatan yang tak terkurangi sedikitpun takarannya. Juga disingkirkan atas mereka segala perkara yang menyusahkan atau sekedar mengurangi rasa nyaman. Terkumpul di dalamnya, antara keridhaan ar-Rahman dengan nafsu yang terpuaskan. Allah berfirman,

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” (QS. Fushilat: 31)

Masih ada lagi makna lain yang disebutkan oleh para ulama yang masing-masing tidak saling bertentangan, dan bahkan saling menguatkan satu sama lain. Orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan kehidupan yang baik dengan segala pengertian di atas. Karena itu, Ibnu Katsier RHM berkata setelah menyebutkan berbagai pendapat para ulama tentang makna kehidupan yang baik, “Yang benar, bahwa makna kehidupan yang baik mencakup semua pengertian di atas..”

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita, kehidupan yang baik di dunia, di alam bazakh di di jannahnya yang abadi. Amein. (Abu Umar Abdillah)

Selasa, 18 Januari 2011

Alamat DPD Hidayatullah

Alamat DPD Hidayatullah
Data DPD Hidayatullah
Thursday, 13 March 2008 18:18
ACEH BESAR Jl. Al Ikhlas No I Desa Nusa Lhoknga, Aceh Besar, Prov. NAD
ACEH UTARA Jl. Nisam KM 5 Cot Dua, Blang Karieng Kec. Nisam, Kab.Aceh Utara, NAD
DELI SERDANG Jl Hidayatullah, Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Medan 20362
TAPANULI SELATAN Bagas Godong (Halaman Bolak) Jl Raya Mandailing, Ds Pintu Padang Kec. Batang Angkola, Tapsel, Sumut
SIBOLGA Jl. Bom No. 3B, Medan, Sumut
NIAS Jl. Pelud Binaka KM 16 Ds.Siwalubanua IIKec.Gunung Sitoli Idanoi, Kab.Nias-SUMUT
MENTAWAI Tuapejat Mentawai Perumahan Altarindo CC 10, Padang,Sumbar
DUMAI Jl. Siak Sri Indrapura KM 04, Bukit Timah Dumai Barat PO BOX 61, Dumai, Riau
Tg. BALAI KARIMUN Jl.Telaga Riau Kolong Atas Kel.Sei Lakam, Tg Balai Karimun, Kepri
TANJUNG PINAG Jl. Matador No 37, Rt 4 Rw 5 Kel. Bukit Cermin, Tanjung Pinang Barat Tanjung Pinang, Kepri
BATAM Jl. Kp. Pasir Indah Depan Perum RKT RT 01/16 No. 1 Kel. Kibing Kec. Batu Aji Batam, Kepri
BINTAN Yayasan PP Hidayatullah Jl.Tg. Uban KM 26 Toa Paya, Kab. Bintan
PALEMBANG Dusun I Rt 20 No 47 Sungai Pinang, Rambutan Banyuasin-Palembang, Sumsel
REJANG BOLONG Jl. Gajah Mada II No 237, Curup, Bengkulu
MUKO-MUKO Medan Jaya Ipuh, Kec.Muko-Muko Selatan Kab. Muko-Muko, Prov. Bengkulu
BENGKULU Jl. Halmahera No. 5 RT 07 Desa Surabaya Kodya Bengkulu
MUARO JAMBI Jl. Lintas Timur KM 26 Rt 03, Bukit Baling Sekernan, Muaro Jambi, Jambi
TANJABBAR Jl. Nelayan 12 A, Kuala Tungkal Tanjabbar, Jambi d/a:Bpk. Jumalis
JAMBI Jl. TP Sriwijaya No. 26 (STM Atas) RT 03/02 Kel. Rawasari Sipin Ujung, Jambi
TULANG BAWANG PP Hidayatullah Rengas Cendung Gn.Sakti, Menggala Suku Rt 04/03, Tulang Bawang, Lampung
BANDAR LAMPUNG Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No 25 Sumur Batu, Teluk Betung Utara Bandar Lampung, Prov. Lampung
LAMPUNG TENGAH Lingkungan VI Rt 28 / II Kel.Yukum Jaya Kec. T Besar, Lampung Tengah, Lampung
JAKARTA TIMUR Jl. Cipinang Cempedak I/11 Polonia Jakarta Timur 13340
DEPOK Jl. Raya Kalimulya RT 01/01 Kec. Sukmajaya Depok 16413
JAKARTA PUSAT -
BANDUNG Jl. R. Endang Suwanda No. 18 A Pasir Leutik, Padasuka - Bandung
CIREBON Jl. Sekar Kaemuning Evakuasi Kel.Karya Mulya Kota Cirebon
CIANJUR Jl.Didi Prawira Kusumah No 14, Cianjur Jawa Barat
PURWAKARTA Kp. Ganda Sari, Ds.Cigelam Kab.Purwakarta
IINDRAMAYU Jl. Kalen Haji No.20-21 Dermayu Sindang Indramayu
GARUT Jl. Ciledug No. 285 Gg. Abdul Karim RT 04/07 Garut
KERAWANG Jl. Arwana IV No.16 Singaperbangsa Teluk Jambe - Kerawang
TASIKMALAYA Jl. Siliwangi Babakan Kp. Brujul RT 02/05 Setiaratu, Cibeureum - Tasikmalaya
CILEGON Jl. Haji Umar No. 175 A Temu Putih Cilegon - Banten
TANGERANG Jl. Raya Baja No. 13 Perumnas II Karawaci,Tengerang, Banten
SERANG Taman Lopang Indah Blok FU-12 No. 20 Serang - Banten
YOGYAKARTA Celeban Baru VH III No 622 D Gg. Sidorahayu Rt 38/07 Tahunan-Yogyakarta
GUNUNG KIDUL Jl. MGR.Sugio Pranoto No. 37, Wukirsari,Baleharjo, Wonosari, Gunung Kidul
SLEMAN Jl.Lempongsari Gg.Sepat 14 A, Tegalmojo Sariharjo, ngaglik, Sleman, DIY
KENDAL Jl. Raya Barat No. 396 PO. Box 47 Kendal
KUDUS Jl. Grogol Loji RT 05/04 Bakalan Krapyak Kudus
KOTA PEKALONGAN Jl. Kusuma Bangsa I B / 11 Kota Pekalongan
SEMARANG Gedawang, Rt 2 Rw 2, Banyumanik Semarang-Jawa Tengah
SRAGEN Jl. Bengawan Solo No. 19 RT 02/14 Pecing Sragen Tengah, Sragen, Jateng
TEGAL Jl. Jali Timur, Dampyak-Kramat, Tegal
SALA TIGA Dlibo Indah Gg. XVII / 236 B, Sala Tiga
MAGELANG Dsn. Tegalsari Rt 20/10 Jambewangi Secang, Magelang
SOLO Komplek Pesantren Hidayatullah Surakarta Jl. Rengroad Solo Utara, Mojosongo, Jebres Surakarta
BANYUWANGI Jl. Mahoni No. 1 Kluncing Giri Banyuwangi
BANGKALAN Jl. HOS Cokro Aminoto 50 Bangkalan 69161
BLITAR Dsn Plosoarang Ds. Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar

BOJONEGORO Jl. Lisman No. 18 B Bojonegoro
SIDOARJO Jl. Samanhudi Gg. I/ 129, Sidoarjo, Jatim
GRESIK Jl. Sumatera 46 A GKB Gresik
JEMBER Jl. Kali Urang No. 5 Jember, Jatim
KEDIRI Jl. KH Agus Salim VB/20 Bandar Lor Kediri
LUMAJANG Jl. Brigjen Katamso I/26 Lumajang
MAGETAN Jl. Kawi No. 8 Magetan
MADIUN Jl. Mulya Bhakti No. 23 Madiun
MALANG Jl. Sidomakmur 15, Mulyoagung Malang, Jawa Timur
MOJOKERTO Jl. Raya Pacing No. 70 Bangsal Mojokerto
NGANJUK Jl. Anjuk Ladang I A / 40 Ploso, Nganjuk
NGAWI Jl. Panjaitan No. 20 B Ngawi
JOMBANG Jl. Sawo Q.1 Kepanjen. Jombang Jatim
PAMEKASAN Jl. Jalmak 120, Pamekasan Jawa Timur
PROBOLINGGO Perum Asabri H/223 Probolinggo
SITUBONDO Jl. Gunung Bromo (Depan Perum Villa) Sumber Kolak, Panarukan, Situbondo
SUMENEP Jl. Payudan Barat No. 3
SURABAYA Jl. Kejawan Putih Tambak VI / I Surabaya
TRENGGALEK Jl. Dr. Soetomo Gang Gamarto,Darang Darang, Trenggalek,Jawa Timur
TUBAN Jl.Dr.Wahidin SH. Gg.Yudistira 24 Tuban-Jatim
TULUNG AGUNG Jl. Stadion Lama V, Nurul Iman Hidayatullah Tulung Agung - Jatim
BIMA Jl. Lintas Sumbawa RT. 04/02 Desa Rasa Bou Kec. Bolo Kab. Bima NTB
KOTA BIMA Jl. Imam Bonjol 554 Kota Bima NTB
DENPASAR Jl. Pemogan No. 240 BR. Sakah Denpasar - Bali 80221
NGADA, Flores Jl. Kuala Lumpur Bajawa
KETAPANG Jl. Gajah Mada Gg. Sosial No. 1 Kal-Bar
SANGGAU Jl. Raya Sanggau Semuntai Sanggau Kal-Bar
KAYUNG UTARA Dsn. Sei Belit Bengkuang Sukadana Kayung Utara Kal-Bar
PALANGKARAYA Jl. Cilik Riwut Km. 6,5 Palangkaraya
BANJAR BARU Jl. Purnawirawan RT.1/1 Palam Seirancah Kec. Cempaka Kab. Banjar Baru Kal-Sel
TABALONG Jl. Ahmad Yani Km. 11 RT04/02 Maburai Tanjung Tabalong Kal-Sel
SUKAMANA Jl. Kerta Mulia RT 02 Ds. Punu Kuali Sukamana Kal-Teng
MALINAU Jl.Kesehatan No.91 RT. 3 Malinau Kota
TARAKAN Jl. Kusuma Bangsa No. 2B Tarakan
BONTANG Jl. Imam Bonjol RT. 04 No.55 Bontang Utara Kal-Tim
BULUNGAN Ds. Jelarai Selor RT.9 Bulungan Kal-Tim
SANGATTA Jl. P.Hidayatullah No 51 Sangatta
NUNUKAN Jl. Pesantren Hidayatullah RT.02 Nunukan Kal-Tim
PENAJAM PASER UTARA Jl. Simpang Silikar RT.17 Ds. Giri Mukti Penajam Kal-Tim
BALIKPAPAN Jl. Sepinggang Baru I No.15
BERAU Jl. P. Hidayatullah RT.30 Tanjung Redeb Kal-Tim
KUTAI KERTANEGARA Jl. W. Monginsidi RT IX No.3A Kutai Kartanegara Kal-Tim
PASER Jl. Ahmad Yani RT.19/02 Kuaro Pasir Kal-Tim
KUTAI BARAT Jl. H. Nurdin RT.10 Melak Ulu Kec. Melak Kab. Kutai Barat 75565
MAKASAR Jl. Tamalanrea Raya No. 26 Makasar Sul-Sel
TAKALAR Jl. Kemakmuran No. 40 Takalar Sul-Sel
LUWU UTARA Jl. Lamaran Cinta Incor Kasimbong Masamba Luwu Utara Sul-Sel
LUWU Jl. Ali Semmang Belopa Kab. Luwu
ENREKANG Jl. Poros Enrekang Tator No. 8 Sudu Buntu Sugi
PARE-PARE KOTA Jl. Jend. Sudirman Depan Kantor Samsat Kota Pare-Pare
BULUKUMBA Jl. Dr. Muh. Hatta No. 82 Bulukumba Sul-Sel
SINJAI Jl. KH. Abdul Kadir Kel Lamatti Rilau Kec. Sinjai Utara Kab. Sinjai Sul-Sel
PANGKEP Jl. Matahari Perum Polri Blok A8 No.6 Pangkep Sul-Sel
POLMAN Jl. KH. Agus Salim No.14 Pekkabata Polewali Sul-Bar
MAJENE Belakang BTN Lino Maloga Majene Sul-Bar
MOROWALI Jl. Trans Sulawesi Kab. Morowali
TOLI-TOLI Jl. Dand Lapan No. 20 Toli-Toli
POSO Jl. P. Kalimantan No.26 Poso Kota Poso Sul-Teng
PALU Jl. Hidayatullah No. 33 Tondo Palu Timur Sul-Teng
LUWUK BANGAI Jl. Urip Sumoharjo No. 48 Luwuk Banggai
PERIGI MOTONG Jl. Siswa No. 18 Dusun 2 Tinombala Perigi Montong Sul-Teng
BITUNG Kel. Wangorer Barat Lingkungan III RT. 09 Bitung Tengah Kota Bitung Sul-Ut
KENDARI Jl. Jend. Nasution No. 8 Kendari Sul-Tra
KOLAKA Jl. Trans Sulawesi No. 225 RT 01/01 Ulukalo Wolo Kolaka Sul-Tra
BAU-BAU Jl. Pahlawan Km. 5 Blok TVRI Kota Bau-Bau Sul-Tra
KONAWE Jl. Nusa Indah No. 200 Parauna Anggaberi
RAHA Pon-Pes Hidayatullah Raha Jl. Propinsi Kab. Muna Sul-Tra
GORONTALO Jl. Kenari RT. 01/01 Molosifat Kec. Kota Barat Kota Gorontalo
BOLEMO Jl.Trans Sulawesi Boalemo Gorontalo
LIMBOTO Jl. Teladan Tenilo Limboto Gorontalo
BONE BOLANGO Ds. Dusano Kec. Suwawa Tengah Kab. Bone Bolango Gorontalo
AMBON KM 36, Jl. Poros Ambon Liang Kec. Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku
JAYAPURA Jl. Muspagco kelapa Dua Entrop Jayapura Selatan - Papua
BIAK Jl. Sungai Asahan Kompleks SKB Ridge II Biak Papua
TIMIKA Jl. Padat Karya No. 04 Kwamki Baru Kec. Mimika Baru Kab. Mimika Timika Papua
SERUI -
NABIRE Waharia Kec. Teluk Kimi Kab. Nabire Papua
SORONG Jl. Danau Tempe RT. 02/IV Klawasi Rufei Papua Barat
MERAUKE Jl. Trans Irian Kelapa Lima Merauke Papua
Fak-Fak Jl. Yos Sudarso Kamp-sekru Fak-FakPapua Baraat
KIMANA Jl. Mangga 2 Kaimana
MANOKWARI Jl. Trikora Wosi Arfai II Manokwari Papua Barat

Usaha Sewa Buku

Bisnis Persewan Buku Online ala bookoomoo.com
Manfaatkan Koleksi Pribadi, Kurir Suami Sendiri

Tak hanya jual beli barang yang bisa dilakukan lewat jasa internet. Seorang ibu rumah tangga membuat terobosan dengan menyewakan buku secara online. Hasilnya, kata si ibu muda itu, lumayan banter.

IGNA ARDIANI ASTUTI

Layanan sewa buku murah itu bisa diakses di www.bookoomoo.com. Begitu klik di situs itu, calon penyewa akan mendapatkan informasi tentang tata cara penyewaan, daftar buku yang disewakan, ringkasannya, dan tarif sewanya. Penyewa pun bisa memilih buku apa saja. Ada buku ilmu sosial, ekonomi, agama, filsafat, psikologi, hukum, budaya, bahkan novel dan beragam komik. Ada pula buku-buku desain grafis yang bisa membantu mahasiswa desain komunikasi visual (DKV).

”Saya berupaya menyediakan buku-buku yang dibutuhkan mahasiswa saat ini. Pokoknya komplet,” ujar Sri Kriswandari, pemilik bisnis persewaan buku online itu.

Menempati ruangan 4 x 5 meter di rumah Kriswandari yang beralamat di Kutisari Indah Selatan, bisnis persewaan buku itu dijalankan. Yang menarik, bisnis itu tak banyak melibatkan pegawai. Kris -panggilan Sri Kriswandari– hanya dibantu suaminya, Aristarchus, 33, untuk menjalankannya.

”Suami yang membuat desain situs, saya yang mengoperasikan,” kata wanita 28 tahun itu, ketika ditemui di markasnya, Minggu (17/8) lalu.

Kris bercerita, ide bisnis persewaan buku secara online itu bermula dari waktu luangnya setelah dia mempunyai anak, Kayla Faith, 16 bulan, dan berhenti bekerja di luar rumah. Padahal, alumnus Teknik Kimia Universitas Parahyangan Bandung itu sebenarnya tak mau hanya berpangku tangan alias menganggur. Buktinya, setelah sempat melanjutkan kuliah di Magister Manajemen Unair, Kris bekerja di sebuah pabrik tekstil. Tak lama kemudian dia beralih profesi menjadi sales asuransi. Kebetulan tugasnya tak banyak keluar rumah atau kantor, sehingga dia mempunyai waktu luang untuk mengurus buah hatinya, sekaligus berbisnis yang lain.

”Dari situlah muncul ide untuk membuat persewaan buku online ini. Kebetulan kami punya koleksi buku lumayan banyak,” tutur kutubuku kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 11 Maret 1980 ini.

Ide itu muncul sekitar Juni lalu. Saat itu juga dia bersama suami langsung mengeksekusinya. Sekitar 1.000 koleksi bukunya didaftar dan dibuat katalognya. Sedangkan sang suami menyelesaikan desain situsnya. Awal Juli, bookoomoo.com sudah muncul di jagad maya. Kenapa bookoomoo? ”Intinya pada ”moo” yang mirip lenguhan sapi. Saya kan pecinta sapi,” jelasnya lantas tertawa.

Tidak semua buku koleksi keluarga Kris keluaran terbaru. Sebagian besar termasuk buku-buku lama, tapi kondisinya terawat dan rapi. ”Selain koleksi saya dan suami, juga ada yang pemberian mertua,” tuturnya.

Dari seribuan judul buku, baru 550 judul yang sudah dimasukkan dalam daftar sewa di situs. Namun, kata Kris, secara bertahap, koleksinya akan terus ditambah. ”Maklum, saya mengerjakan sendirian. Ngerjakannya dicicil dikit-dikit,” jelas Kris.

Di ruang penyimpanan buku rumah Kris dilengkapi dengan seperangkat komputer yang online 24 jam. Komputer itu merupakan sarana Kris memantau para pelanggan setianya.

Meski bookoomoo.com sudah beredar sejak Juli lalu, Kris baru me-lauching secara resmi pada 8-8-08. ”Saya memanfaatkan momen saja. Dengan angka cantik itu gampang mengingatnya. He he he,” paparnya.

Untuk bisa menyewa buku di bookoomoo.com, customer harus menjadi member terlebih dahulu. Ada lima mamac model keanggotaan. Yaitu blue, green, orange, red, dan purple. Pembagian tersebut didasarkan pada uang jaminan yang besarnya mulai Rp 50 ribu (blue) hingga Rp 600 ribu (purple). Uang tersebut ditransfer setelah konfirmasi order pertama.

Uang jaminan itu pula yang menentukan maksimal buku yang bisa disewa. Untuk membership blue misalnya, mereka hanya boleh menyewa buku dengan maksimal harga sewa Rp 7.500. Sedangkan membership purple, bisa menyewa buku dengan maksimal harga Rp 60 ribu. Pelanggan yang baru kali pertama terdaftar pasti menjadi membership blue terlebih dahulu. Setelah empat kali sewa, mereka baru boleh ”naik kelas” menjadi membership green. Begitu seterusnya.

Bagi pelanggan yang ingin langsung menyewa dengan harga tinggi, bisa memanfaatkan keanggotan red dan purple. Kris akan mengembalikan uang jaminan yang diserahkan customer bila pelanggan berhenti menjadi anggota asal sudah tidak mempunyai tanggungan buku sewa. ”Uang itu akan kami transfer kembali ke rekening asal.”

Menurut Kris, penetapan uang jaminan itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya buku yang tidak kembali. Maklum, penyewaan secara online seperti ini tidak memungkinkan dirinya mengawasi satu per satu pelanggan. Apalagi pelanggan juga tidak diwajibkan menyerahkan kartu identitas saat menyewa. ”Ya, setidaknya kita nggak rugi-rugi amat kalau ada buku yang tidak kembali,” seloroh Kris lantas tersenyum.

Bila semua persyaratan administrasi sudah dipenuhi, pelanggan dapat langsung mulai meminjam buku yang diinginkan. Mengenai tatacaranya, pelanggan tinggal mengikuti petunjuk yang tercantum di situs. Begitu order sewa ditetapkan dan uang sewa telah transfer, Kris akan langsung memproses lebih lanjut. Buku akan diantarkan pada hari sewa yang diinginkan. Seminggu kemudian, buku akan diambil lagi ada hari yang sama.

Sementara ini buku hanya bisa diantar dan diambil pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Maklum, kurir yang mengantar baru satu orang. ”Tuh dia kurirnya,” ujar Kris sembari menunjuk Aris, suaminya. Yang ditunjuk hanya tersenyum.

Ya, pada hari-hari itu, kata Aris, kegiatan mengajarnya di Jurusan DKV UK Petra tidak begitu padat. ”Begitu ada waktu luang langsung saya manfaatkan untuk mengantarkan atau mengambil pesanan buku,” ujar pria 33 tahun itu.

Selain membayar biaya sewa, pelanggan juga dikenakan biaya pengantaran buku. Besarnya disesuaikan dengan zona pengantaran. ”Semua peraturan tertulis jelas di situs. Jadi, kalau pelanggan setuju, kami layani,” katanya.

Kris memang menghindari pelanggan datang langsung ke rumah. Ada banyak alasan yang membuat Kris menetapkan peraturan tersebut. Salah satunya, dia tidak ingin putri kecilnya, terganggu. Alasan lain, kondisi rumahnya belum memungkinkan dikunjungi pelanggan. ”Nantilah, kalau usaha ini sudah berkembang, baru saya akan membuka tempat yang lebih besar, pelangan bisa langsung datang ke sini,” katanya.

Kris mengaku tidak mudah memulai bisnis persewaan online seperti ini. Kendalanya, selain masih banyak yang belum terbiasa dengan menyewa buku secara online, pelanggan biasanya juga keberatan dengan sistem uang jaminan. Apalagi, uang jaminan itu hanya ditransfer begitu saja. ”Pelanggan biasanya khawatir jangan-jangan bisnis ini bohong-bohongan,” tutur perempuan berambut cepak itu.

Meski begitu, dalam sekejap pelanggan bookoomoo.com sudah lumayan banyak. Jumlahnya sekitar 50 orang. Kebanyakan masih teman-teman dekat Kris dan suaminya. Untuk mengembangkan bisnis ini, Kris berpromosi lewat online. Mulai memanfatkan situs persehabatan Friendster, hingga mengirimkan e-mail ke seluruh universitas dan sekolah-sekolah di Surabaya. Untuk sekolah, sasaran Kris lebih ke guru-guru ekspatriat. ”Sebab, kebetulan di sini banyak sekali buku-buku sastra berbahasa Inggris. Termasuk buku-buku sastra kuno karangan Ernest Hemingway,” jelasnya.

Kelak, bila usahanya sudah dikenal, Kris bisa mengembangkannya menjadi lebih besar. Tidak hanya menyewakan saja, tetapi juga menjual dan membeli buku secara online.

Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh; Menyebarkan Dakwah Menerobos Wilayah
Kamis, 28/01/2010 14:30 WIB | email | print | share
Tanpa banyak bicara, anggota Jamaah Tabligh berkelana ke berbagai penjuru. Hanya satu tujuannya, mengajak ke jalan Allah.



Di kalangan aktivis gerakan Islam, tentunya nama Jamaah Tabligh bukanlah sesuatu yang baru. Jamaah Tabligh atau terjemahan secara bebasnya adalah "Kelompok Penyampai" (dalam Bahasa Arab : التبليغ جماعة ) adalah gerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah.

Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada satu golongan Islam saja. Tujuan utama dari gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jamaah Tabligh merupakan pergerakan non-politik terbesar di seluruh dunia.

Sejarah Tabligh Tabligh

Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India. Nama Jama'ah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan—sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama, tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan, “Seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini, maka akan aku beri nama Gerakan Iman".



Muhammad Ilyas mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika ia melaksanakan Ibadah Haji kedua-nya pada tahun1926. Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya ‘Wahai umat Muslim! Jadilah muslim yang kaffah!”

Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi Muslim yang menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.

Perkembangan Jamaah Tabligh

Dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tabligh cepat meluas di Asia Selatan. Sifatnya yang cenderung menghindari politik membuatnya tidak mengalami kesulitan berarti dalam menerobos batasan-batasan negara dan teritorial.

Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf—putra Maulana Ilyas, gerakan ini mulai mengembangkan aktivitasnya pada tahun 1946, dan dalam waktu 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara.

Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tablih mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara Barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh adalah Amerika Serikat, tapi fokus utama mereka adalah di Britania Raya, mengacu kepada populasi padat orang Asia Selatan disana yang tiba pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Jamaah ini mengklaim mereka tidak menerima donasi dana dari manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya. Tahun 1978, Liga Muslim Dunia mensubsidi pembangunan Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris, yang kemudian menjadi markas besar Jama’ah Tabligh di Eropa. Pimpinan mereka disebut Amir atau Zamidaar atau Zumindaar.

Terkenal dengan khuruj

Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Kegiatan di Halaqah adalah musyawarah mingguan, dan sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari.



Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah, yang biasanya dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja.

Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta'lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.

Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima' (berkumpul), dimana dalam Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta'lim wa ta'alum.



Setahun sekali, digelar Ijtima' umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim dari seluruh pelosok daerah. Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka. (sa/wikipedia/berbagaisumber)

Hidayatullah (2)

Pelatihan Kader Dai
Senin, 18 Februari 2008 03:11

Organisasi Masyarakat Hidayatullah dalam waktu dekat akan menjadi Organisasi Dakwah terbesar ketiga di Indonesia setelah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, karena di tahun 2015 anggotanya akan dua kali lipat dibandingkan dewasa ini yang mencapai 12 juta anggota. ''Kami menargetkan, antara tahun 2015 sampai tahun 2020, di seluruh kecamatan sudah ada pengurus Hidayatullah dan di tahun 2030 kader Hidayatullah suda ada di 72.000 Desa di seluruh Indonesia.


Bila kini DPW Hidayatullah telah ada di 33 provinsi, 285 kabupaten dan di sekitar 2000 Kecamatan dengan memiliki 12 juta anggota, maka tahun 2030 akan ada lebih dari 50 juta kader Hidayatullah,' kata Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr.Abdul Manan, dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan kader Dai Hidayatullah, yang dipusatkan di Masjid Al_Muttaqien, Desa Lolodan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2008).
Pelatihan kader Dai, menurut Kepala Bidang Pembinaan Ummat DPP Hidayatullah H.Abu A'la, MHI, diikuti 45 peserta dari seluruh Indonesia. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 3 bulan, sebelum diterjunkan ke daerah krisits, terutama di Indonesia Timur.

Dr Abdul Manan menambahkan, secara resmi, di bawah DPP Hidayatulah, memang pelatihan kader Dai ini merupakan pelatihan tahun kedua, namun, sejak berdirinya Hidayatullah dari tahun 1972, sudah lebih dari 100.000 kader Dai yang dikirim ke seluruh Indonesia.

Bila awalnya, menurut Abdul Manan, kader Dai Hidayatullah dikirim langsung dari pelatihan kadernya di Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, kini pendidikan kader selain dilakukan di pesantren, juga di lakukan pengurus DPC, DPW dan DPP Hidayatullah di seluruh Indonesia.
''Selain itu, pelatihan kader juga dilakukan di jalur Perguruan Tinggi yang kini dimiliki Hidayatullah, dan dilakukan secara gratis dan beasiswa, baik melalui Perguruan Tinggi milik Hidayatullah seperti Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen di Jakarta dan Depok, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam di Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, serta kader yang disekolahkan di Universitas Indonesia, dan perguruan tinggi lainnnya di seluruh Indonesia dan di luar negeri, seperti di Arab Saudi dan Sudan,'' kata Abdul Manan.

Mereka yang telah diberikan beasiswa itu, kata Dr.Abdul Manan, seperti ribuan kader-kader dai yang telah dikirim ke seluruh Indonesia, termasuk di daerah kritis seperti di Papua, dan Nias serta pedalaman Kalimantan diharapkan selain akan memberdayakan dan memberikan pengetahuan ilmu agama kepada calon kader, juga memberikan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, seperti cara bertani, memelihara ikan di tambak serta pemberdayaan ekonomi lainnya, sehingga membantu mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan meningkatkan budi pekerti serta akhlak.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, BM Wibowo, sejak awal berdirinya Hidayatullh sudah menggarap program ekonomi dengan cara mendirikan unit usaha yang memberikan sumber pendapatan. ''Misalnya dengan mendirikan unit usaha di bidang Perkebunan, Peternakan, konstruksi, dan media''. Saat ini , kata Wibowo, beberapa perusahaan yang ada di dalam naungan Hidayatullah antara lain PT Lentara Jaya Abadi yang memiliki bisnis inti di bidang media, meliputi penerbitan majalah, cyberspace, radio, percetakan, distribusi, periklanan dan beberapa usaha yang terkait dengan media. PT Totalindo Telematik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT). Totalindo sudah melakukn bisnis dengan perusahaan di luar negeri. Sakinah Swalayan menaungi usaha di bidang ritel,' tambah Wibowo.
''Selain itu, beberapa Dewan Pimpinn Daerah juga memiliki kegiatan ekonomi. Bahkan hampir di seluruh daerah, Hidayatullah telah memiliki kegiatan ekonomi,'' tegas Sekjen DPP Hidayatullah itu.

''Hidayatullah merupakan ormas Islam yang didirikan pada Januari 1973 di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan saat ini berfokus pada bidang pendidikan (sekolah integral dan pesantren) serta dakwah di kawasan terpencil. ''Namun, sejalan dengan semangat '' Pengembangan Ekonomi sebagai Pilar Dakwah'', maka Hidayatullah terus akan melebarkan sayap bisnisnya, termasuk masuk ke industri perkebunan kelapa sawit,'' tambah Dr.Abdul Manan.

”Apabila bisnisnya maju, zakat dan infaqnya meningkat, maka gerakan keagamaan juga menjadi lebih maju,” kata Ketua DPP Hidayatullah Dr Abdul Mannan. Pelatihan didukung Majalah Hidayatullah yang telah memiliki lebih dari 100.000 eksemplar, Radio FM di Malang yang dapat di akses ke seluruh dunia, serta mendapat dukungan dari BAMUIS BNI dan Baznas.

Senin, 17 Januari 2011

Hidayatullah

MUQADIMAH

Hidayatullah lahir pada saat umat Islam sedang menantikan datangnya abad XV H yang diyakini sebagai Abad Kebangkitan Islam. Tema pokoknya pada saat itu adalah “Back to Qur’an and Sunnah”. Hidayatullah adalah sebuah gerakan pemikiran yang mencoba menerjemahkan slogan “Back to Qur’an and Sunnah” secara lebih konkrit sehingga a-Qur’an dan as-Sunnah menjadi ‘blue print’ pengembangan peradaban Islami.

Hidayatullah memandang bahwa kemunduran umat Islam lebih disebabkan karena pandangan yang parsial dalam memahami keholistikan ajaran Islam. Masing-masing kelompok mengambil tema dan titik tekan program sesuai dengan pandangannya yang sangat parsial bahkan tema dan titik program itu seringkali menjadi semacam ‘ideologi’ kelompok

Sebagai organisasi massa Islam yang berbasis kader, Hidayatullah menyatakan diri sebagai Gerakan Perjuangan Islam (Al-Harakah al-Jihadiyah al-Islamiyah) dengan dakwah dan tarbiyah sebagai program utamanya.

Hidayatullah didirikan pada tanggal 7 Januari 1973 / 2 Dzulhijjah 1392 H di Balikpapan dalam bentuk yayasan sebuah pesantren, oleh Ust. Abdullah Said (alm). Dari sebuah bentuk pesantren, Hidayatullah kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah di seluruh provinsi di Indonesia. Melalui Musyawarah Nasional I pada tanggal 9–13 Juli 2000 di Balikpapan, Hidayatullah mengubah bentuk organisasinya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas), dan menyatakan diri sebagai gerakan perjuangan Islam.

ORMAS HIDAYATULLAH


Sebagai organisasi massa, keanggotaan Hidayatullah bersifat terbuka, demikian pula misi, visi, dan konsep dasar gerakannya. Hidayatullah menjadikan amal-amal usahanya bersifat otonom, dan berfungsi sebagai basis pendidikan dan perkaderan.

Hidayatullah merupakan wadah bagi komponen ummat Islam yang ingin mewujudkan idealismenya membangun masyarakat Islami dengan mengacu kepada metode/manhaj nubuwwah. Hidayatullah berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mutlak, karena itu segala urusan dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Agenda utama Hidayatullah adalah; pelurusan masalah aqidah, imamah dan jamaah (tajdid); pencerahan kesadaran (tilawatu ayatillah); pembersihan jiwa (tazkiyatun-nufus); pengajaran dan pendidikan (ta’limatul-kitab wal-hikmah) menuju lahirnya kepemimpinan dan ummat terbaik.

TUJUAN :
Membangun peradaban Islam

VISI :
Menjadi organisasi tingkat nasional yang unggul dan berpengaruh, didukung jaringan yang loyal dan berkualitas.

MISI :
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM.
2. Mengintensifkan pelayanan ummat melalui aktivitas pendidikan dan dakwah
3. Mewujudkan kemandirian ekonomi
4. Mendorong penegakan Islam pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.

STRUKTUR DAN MEKANISME ORGANISASI


Pengurus Organisasi Tingkat Pusat terdiri dari Dewan Syura dan Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Syura merupakan lembaga tertinggi organisasi, dipimpin oleh Ketua Dewan Syura yang sekaligus merupakan Imam bagi jamaah Hidayatullah, dengan sebutan Pemimpin Umum.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat dipilih lewat Musyawarah Nasional, dan Pengurus DPP disahkan oleh Pemimpin Umum di dalam Munas tersebut untuk jangka waktu 5 tahun.

Struktur di bawah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terdiri dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW/tingkat Provinsi), Dewan Pimpinan Daerah (DPD/tingkat Kabupaten/Kota), Dewan Pimpinan Cabang (DPC/tingkat Kecamatan), Pimpinan Ranting (PR/tingkat Desa/Kelurahan), Pimpinan Anak Ranting (PAR/tingkat RW/RT). Ketua Dewan Pimpinan Wilayah/Daerah/Cabang dipilih oleh Musyawarah di tingkat masing-masing dan disahkan oleh struktur di atasnya.

DAKWAH HIDAYATULLAH


Sejak awal pelangkahannya, Hidayatullah telah melakukan pengiriman santri untuk berdakwah sebagai bagian dari proses tarbiyah. Keberadaan Hidayatullah di berbagai tempat adalah upaya untuk membangun jaringan dakwah yang luas dan mampu menyentuh dan melayani seluruh lapisan ummat. Hidayatullah berupaya memposisikan da’i sebagai missionaris Islam sehingga sosok da’i adalah sosok yang memiliki karakteristik unggul dan militan serta mempunyai potensi untuk membangun peradaban yang seimbang antara duniawi dan ukhrawi.

Untuk mendukung gerakan da’i itu, Hidayatullah telah mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al Hakim (STAIL) di Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STIS Hidayatullah) di Balikpapan, yang memberikan beasiswa (ikatan dinas da’i) bagi mahasiswanya. Dari keduanya, pada akhir 2005 telah tersebar 150 da’i strata satu (S1) ke seluruh Indonesia.

Hidayatullah juga mendirikan Pos Da’i, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Majalah Suara Hidayatullah (Sahid), situs Hidayatullah.com, dan Pos-Pos Majelis Taklim al-Quran (MTQ) untuk mengukuhkan keberadaannya sebagai lembaga dakwah di Indonesia. Pada awal 2006, Hidayatullah meluncurkan program Grand MBA (Gerakan Membudayakan Mengajar dan Belajar al-Quran), dengan fokus mengajarkan membaca al-Quran, menerjemah secara cepat, dan menafsirkannya, melalui Metoda MBA.


PENDIDIKAN HIDAYATULLAH


Dalam tahapan 25 tahun kedua Hidayatullah, pendidikan mempunyai peranan yang sangat sentral dan strategis, terutama jika dikaitkan dengan upaya peningkatan mutu sumber daya manusia.

Sumber daya manusia yang berkualitas menurut terminologi Islam adalah manusia yang mampu memfungsikan segala potensi fikir dan potensi dzikir dalam dirinya secara seimbang sehingga segala penguasaan ilmu, penguasaan teknologi dan keahliannya memberi manfaat bagi dirinya, lingkungannya dan dunia pada umumnya. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia harus ditekankan pada prinsip-prinsip ketauhidan dan akhlakul karimah tanpa menafikan harkat intelektualitas.

Bertolak dari pemikiran di atas, Hidayatullah memperkenalkan konsep pendidikan Islam integral dan diimplementasikan dalam pengelolaan sekolah-sekolah Hidayatullah sejak dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Istilah integral menunjukkan satu kesatuan dari seluruh unsur pendidikan yang ada, baik iman dan taqwa maupun ilmu pengetahuan dan teknologi, sekolah dan masyarakat, formal maupun non-formal, dan sebagainya. Mulai 2005, Hidayatullah menegaskan penggunaan Kurikulum Berbasis Tauhid (KBT) untuk seluruh Sekolah Integral yang dikelolanya. Sekolah-sekolah milik Hidayatullah tidak diwajibkan mempergunakan nama ‘Hidayatullah’ namun wajib mempergunakan KBT dan sistem integral.

Lembaga Pendidikan Hidayatullah meliputi Taman Kanak-Kanak dan Play Group, Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah di hampir semua Daerah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah setidaknya ada di setiap Wilayah dan 3 perguruan tinggi di Surabaya, Balikpapan, dan Depok. Pada tahun 2006, setelah didapatkan ijin dari Menteri Pendidikan Nasional, didirikanlah Universitas Hidayatullah di Jakarta. Universitas ini tidak mengeliminir keberadaan STAIL, STIS, maupun Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Hidayatullah Depok yang telah ada.

PESANTREN-PESANTREN HIDAYATULLAH


Pesantren-Pesantren Hidayatullah seperti halnya pesantren di tempat lain, berfungsi sebagai tempat untuk mendalami ilmu-ilmu diniyah. Lingkungan kampus Pesantren juga berfungsi sebagai miniatur kehidupan berimamah dan berjamaah. Selain dihuni santri yang tinggal di asrama, di Pesantren juga tinggal guru, pengasuh, pengelola, dan jamaah Hidayatullah yang berkeinginan menetap di sekitar Pesantren dalam rangka belajar menegakkan Islam, Pesantren Hidayatullah mengupayakan tersedianya kawasan di sekitar kampus yang dapat dibeli oleh masyarakat secara selektif.

HIDAYATULLAH DAN KAUM DHU’AFA


Untuk membantu anak-anak kurang mampu, Hidayatullah telah mendirikan Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) di hampir setiap DPD. PPAS ini berupa asrama tempat anak-anak yatim atau piatu atau miskin tinggal, sebagai pengganti orang tua. Muatan utama PPAS adalah pendidikan diniyyah, penumbuhan rasa percaya diri, kreativitas, dan hal-hal penting lainnya layaknya yang mereka peroleh dari keluarga.

Keberadaan lebih dari 200 Pusat Pendidikan Anak Shaleh (PPAS) dengan jumlah anak yatim piatu dan tidak mampu yang dibina rata-rata 150 orang anak adalah bukti keberpihakan Hidayatullah terhadap kalangan dhu’afa (lemah) dan mustadh’afin (tertindas), anak yatim piatu dan tidak mampu. Ini merupakan salah satu komitmen yang mendapat perhatian utama sejak awal perlangkahan Hidayatullah.

BAITUL MAAL HIDAYATULLAH


Baitul Maal Hidayatullah (BMH) adalah lembaga di bawah Hidayatullah yang mempunyai fungsi untuk mengelola dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf ataupun hibah ummat. Sebagai wujud kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap Hidayatullah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mendapat pengukuhan sebagai lembaga amil zakat nasional melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 538 tahun 2001.

BMH mengelola dana ummat untuk disalurkan bagi pemberdayaan ummat, memajukan lembaga-lembaga pendidikan maupun sosial, memajukan dakwah Islam, mengentaskan kaum dhuafa (lemah) maupun mustadh’afin (tertindas).

Kini Baitul Maal Hidayatullah telah memiliki 30 kantor perwakilan dan 144 jaringan pos peduli (mitra). Sebagai komitmen layanan sosial, BMH juga telah mendirikan klinik-klinik IMS (Islamic Medical Service) di berbagai lokasi.

MAJALAH SUARA HIDAYATULLAH


Majalah Suara Hidayatullah (Sahid) merupakan salah satu dari badan usaha milik Hidayatullah yang menggarap bidang pers. Majalah Suara Hidayatullah berisi tentang problematika dan dinamika dakwah, baik di Indonesia maupun dunia. Di dalamnya ada rubrik wawancara dengan tokoh ternama, kajian Al-Qur`an dan Hadits, kisah heroik perjuangan da’i di berbagai pelosok tanah air, hingga masalah keluarga. Tiras rata-rata selama 5 tahun terakhir (hingga 2005) majalah full-color ini mencapai 60.000 eksemplar sekali terbit, dengan sebaran dari Sabang sampai Merauke.

MUSLIMAT HIDAYATULLAH (MUSHIDA)


Merupakan organisasi otonom Hidayatullah, yang telah memiliki 15 Pengurus Wilayah (PW) di seluruh Indonesia. Mushida bergerak dalam bidang da’wah, pendidikan, dan sosial, dengan fokus garapan adalah pemberdayaan wanita, keluarga dan anak.

Visi Mushida adalah “Membangun keluarga Qur’ani sebagai tonggak utama terwujudnya masyarakat bertauhid.” Untuk menggapai visi tersebut maka setiap program Mushida mengarah kepada pembentuk pribadi muslimah yang rahmatan lil ‘alamin, dan membangun sosok muslimah yang berkualitas dalam menunjang perannya sebagai pribadi, istri, ibu dan sebagai anggota masyarakat.

Di bidang pendidikan, Mushida mengemban amanah untuk mengembangkan lembaga pendidikan Hidayatullah pada tingkatan Taman Kanak-Kanak, Play Group, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). TK Hidayatullah yang manajemennya sudah baik, dipercaya masyarakat dan unggulan, menjadi model atau percontohan bagi TK yang lainnya dalam hal peningkatan kualitas guru melalui pelatihan rutin, pembinaan manajemen, penerbitan bulletin hingga penyediaan tenaga guru.

SYABAB (PEMUDA) HIDAYATULLAH


Untuk mewadahi aspirasi kalangan remaja dan mahasiswa, Hidayatullah telah membentuk organisasi otonom Pemuda Hidayatullah. Gerakan utamana organisasi ini adalah menyelenggarakan kegiatan perkaderan pemuda, mahasiswa, dan remaja Islam, untuk menumbuhkan ghirah perjuangan dan semangat berkurban.

INDUK KOPERASI HIDAYATULLAH (INKOPHIDA)


Induk Koperasi Hidayatullah (Inkophida) adalah koperasi sekunder yang menjadi wadah seluruh jaringan Koperasi Hidayatullah yang tersebar diseluruh Indonesia. Inkophida didirikan di Jakarta pada tahun 1999, dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Koperasi dan Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia nomor : 013/BH/M.1/1999, tanggal 9 April 1999.

Saat ini Inkophida memiliki 9 (sembilan) Puskophida (Pusat Koperasi Hidayatullah) ditingkat provinsi dan 142 Kophida (Koperasi Primer Hidayatullah) di tingkat Kabupaten/Kota. Visi Inkophida adalah membangun jaringan ekonomi ummat yang berkeadilan dan saling menguntungkan.

TIM SAR (SEARCH AND RESCUE) HIDAYATULLAH

Mengantisipasi banyaknya musibah dan bencana alam di Indonesia, pada 2004 Hidayatullah membentuk Tim SAR (Search and Rescue). Tim ini pertama kali diuji pada bencana tsunami di Aceh, di mana Tim SAR Hidayatullah telah terjun sejak hari kedua dengan membuka posko di Lanud Iskandar Muda. Tim ini dilatih oleh instruktur dari Badan SAR Nasional, dan telah mengikuti berbagai kegiatan bersama Tim SAR dari Kepolisian, Angkatan Laut, Angkatan Udara, maupun Angkatan Darat.
Selanjutnya telah dibentuk Tim SAR Rayon di berbagai wilayah untuk menghadapi bencana setempat.

GRAND MBA DAN POS MTQ


Grand MBA (Gerakan Membudayakan Mengajar dan Belajar al-Quran) merupakan program Hidayatullah setelah melalui kajian mendalam mengenai perkembangan Islam di Indonesia. Kemunduran ummat disebabkan oleh rendahnya pemahaman tehadap al-Quran lantaran ummat tidak lagi akrab dengan kitab sucinya itu.

Jarangnya kaum muslimin mempelajari al-Quran mengakibatkan kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam yang sesungguhnya, sehingga banyak sekali ajaran Islam yang tidak diketahui, atau tidak dimengerti, tidak dipahami, atau disalahpahami oleh ummat Islam. Akibatnya, ummat mayoritas ini memposisikan Islam secara taklid (meniru-niru) dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, perlu ditumbuhkan gerakan mempelajari al-Quran. Bagi yang belum dapat membaca, perlu belajar membaca. Bagi yang belum benar, perlu belajar membaca secara benar untuk menghindari kesalahan arti. Bagi yang tidak mengerti bahasa Arab, perlu membaca terjemahan al-Quran hingga tamat. Bagi yang belum dapat mengartikan, perlu mempelajari cara menerjemahkannya. Dan bagi yang telah memiliki kemampuan, wajib untuk mengajarkannya kepada orang lain, minimal 10 orang dalam suatu kurun tertentu.

Hidayatullah telah menerbitkan modul-modul belajar membaca dan belajar menerjemah Metoda MBA. Untuk implementasinya, di setiap titik kegiatan aktivis Hidayatullah, didirikan Majelis Taklim al-Quran (MTQ) yang dikoordinasi melalui Pos MTQ. Kegiatan MTQ difokuskan pada belajar membaca dan menerjemah al-Quran di bawah bimbingan seorang mu’allim (guru), agar kaum muslimin benar-benar menguasai keterampilan, bukan sebatas wawasan keislaman. Mereka yang telah lulus akan mendapatkan sertifikat, dan dapat menjadi penerang di lingkungan masing-masing secara bertanggung jawab.

Selasa, 11 Januari 2011

entrepreneurial mindset

Menurut McGraith & Mac Millan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu dimiliki setiap calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah sebagai berikut.


Action oriented. Bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Dia tidak menunggu sampai segala sesuatunya jelas dulu, atau budget-nya ada dulu. Dia juga tidak menunggu ketidakpastian pergi dulu, baru berusaha. Mereka adalah orang yang ingin segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, risiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.
Berpikir simpel. Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.
Mereka selalu mencari peluang-peluang baru. Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha yang sama. Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang sama, mereka selalu tekun mencari alternatif-alternatif baru, seperti model, desain, platform, bahan baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga dari cara-cara baru.
Mengejar peluang dengan disiplin tinggi. Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Karena wirausaha melakukan investasi dan menanggung risiko, maka seorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Wirausaha-wirausaha yang sukses bukanlah pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya beres, dan apa yang dipikirkan dapat dijalankan segera. Mereka bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi. Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah dan disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).
Hanya mengambil peluang yang terbaik. Seorang wirausaha akan menjadi sangat awas dan memiliki penciuman yang tajam pada waktunya. Berbeda dengan pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausaha yang terlatih akan cepat membaca peluang. Namun, wirausaha sejati hanya akan mengambil peluang yang terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu biasanya dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap objek usaha atau kepercayaan bahwa dia "mampu" merealisasikannya. Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.

Success = f(choice)

Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Apakah memilih sekolah, karier, bidang usaha, teman, pasangan, karyawan/eksekutif, mitra usaha, dan sebagainya. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang bisa dicapai.
Fokus pada eksekusi. Wirausaha bukanlah seorang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan. "Manusia dengan entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai mati" (McGraith dan Mac Millan, 2000, hlm.3). Mereka juga adaptif terhadap situasi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan.
Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti. Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.
Itulah karakter-karakter dasar yang disebut sebagai entrepreneurial mindset.

Entrepreneurial MindSet

Dari Blognya kawan...

Menurut McGraith & Mac Millan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu dimiliki setiap calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah sebagai berikut.

Action oriented. Bukan tipe menunda, wait and see, atau membiarkan sesuatu (kesempatan) berlalu begitu saja. Dia tidak menunggu sampai segala sesuatunya jelas dulu, atau budget-nya ada dulu. Dia juga tidak menunggu ketidakpastian pergi dulu, baru berusaha. Mereka adalah orang yang ingin segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, risiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.
Berpikir simpel. Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.
Mereka selalu mencari peluang-peluang baru. Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha yang sama. Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang sama, mereka selalu tekun mencari alternatif-alternatif baru, seperti model, desain, platform, bahan baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga dari cara-cara baru.
Mengejar peluang dengan disiplin tinggi. Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Karena wirausaha melakukan investasi dan menanggung risiko, maka seorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Wirausaha-wirausaha yang sukses bukanlah pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya beres, dan apa yang dipikirkan dapat dijalankan segera. Mereka bertarung dengan waktu karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi. Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah dan disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).
Hanya mengambil peluang yang terbaik. Seorang wirausaha akan menjadi sangat awas dan memiliki penciuman yang tajam pada waktunya. Berbeda dengan pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausaha yang terlatih akan cepat membaca peluang. Namun, wirausaha sejati hanya akan mengambil peluang yang terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu biasanya dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap objek usaha atau kepercayaan bahwa dia "mampu" merealisasikannya. Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.

Success = f(choice)

Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Apakah memilih sekolah, karier, bidang usaha, teman, pasangan, karyawan/eksekutif, mitra usaha, dan sebagainya. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang bisa dicapai.
Fokus pada eksekusi. Wirausaha bukanlah seorang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan. "Manusia dengan entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai mati" (McGraith dan Mac Millan, 2000, hlm.3). Mereka juga adaptif terhadap situasi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan.
Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti. Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.
Itulah karakter-karakter dasar yang disebut sebagai entrepreneurial mindset.

Senin, 15 November 2010

Perbedaan Penetapan Idul Adha 1431 H

Perbedaan Penetapan Idul Adha 1431 H
KANTOR JURUBICARA

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Nomor: 188/PU/E/11/10
Jakarta, 02 Dzulhijjah 1431 H/08 November 2010 M


PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Perbedaan Penetapan Idul Adha 1431 H

Sebagaimana telah diberitakan, Pemerintah RI melalui Departemen Agama telah menetapkan bahwa Idul Adha 1431 H tahun ini jatuh pada hari Rabu, 17 November 2010. Bila Idul Adha adalah 10 Dzulhijjah, maka 9 Dzulhijjah-nya atau Hari Arafah, hari dimana jamaah haji wukuf di Arafah, mestinya jatuh sehari sebelumnya, yakni 16 November 2010.

Sementara Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi berdasarkan hasil ru’yah telah mengumumkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh bertepatan dengan tanggal 7 November 2010, maka Wukuf atau Hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada 15 November 2010. Dengan demikian Idul Adha (10 Dzulhijjah) akan jatuh pada hari Selasa, 16 November 2010, bukan hari Rabu, 17 November 2010 seperti ketetapan Pemerintah RI.

Berkenaan dengan hal di atas, , Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di Tanah Suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

«اَلْحَجُّ عَرَفَةُ»

Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya.”).

Juga sabda beliau:

«فِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّوْنَ، وَعَرَفَةُ يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ»

Hari Raya Idul Fitri kalian adalah hari ketika kalian berbuka (usai puasa Ramadhan), dan Hari Raya Idul Adha kalian adalah hari ketika kalian menyembelih kurban, sedangkan Hari Arafah adalah hari ketika kalian (jamaah haji) berkumpul di Arafah. (HR as-Syafii dari ‘Aisyah, dalam al-Umm, juz I, hal. 230).

Maka mestinya, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji menjadikan penentuan hari Arafah di tanah suci sebagai pedoman. Bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Apalagi Nabi Muhammad juga telah menegaskan hal itu. Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa Amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

«عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ e أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا»

Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”).

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada Amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan ibadah haji dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada Amir Makkah. Berdasarkan ketentuan ru’yat global, yang dengan kemajuan teknologi informasi dewasa ini tidak sulit dilakukan, maka Amir Makkah berdasar informasi dari berbagai wilayah Islam dapat menentukan awal Dzulhijjah, Hari Arafah dan Idul Adha setiap tahunnya dengan akurat. Dengan cara seperti itu, kesatuan umat Islam, khususnya dalam ibadah haji dapat diwujudkan, dan kenyataan yang memalukan seperti sekarang ini dapat dihindari.

2. Menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia agar kembali kepada ketentuan syariah, baik dalam melakukan puasa Arafah maupun Idul Adha 1431 H, dengan merujuk pada ketentuan ru’yat untuk wuquf di Arafah, sebagaimana ketentuan hadits di atas.

3. Menyerukan kepada umat Islam di Indonesia khususnya untuk menarik pelajaran dari peristiwa ini, bahwa demikianlah keadaan umat bila tidak bersatu. Umat akan terus berpecah belah dalam berbagai hal, termasuk dalam perkara ibadah. Bila keadaan ini terus berlangsung, bagaimana mungkin umat Islam akan mampu mewujudkan kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah? Karena itu, perpecahan ini harus dihentikan. Caranya, umat Islam harus bersungguh-sungguh, dengan segala daya dan upaya masing-masing, untuk berjuang bagi tegaknya kembali Khilafah Islam. Karena hanya khalifah saja yang bisa menyatukan umat. Untuk perjuangan ini, kita dituntut untuk rela berkorban, sebagaimana pelajaran dari peristiwa besar yang selalu diingatkan kepada kita, yaitu kesediaan Nabi Ibrahim as. memenuhi perintah Allah mengorbankan putranya, Ismail as. Keduanya, dengan penuh tawakal menunaikan perintah Allah SWT itu, meski untuk itu mereka harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintai. Allah berfirman:

]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ[

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyeru kalian demi sesuatu yang dapat memberikan kehidupan kepada kalian. (QS al-Anfal [8]: 24).

Wassalam,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia


Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com

Minggu, 15 Agustus 2010

Doa berbuka Puasa Lafadz Rasululluah SAW

Ada bermacam-macam doa berbuka puasa, diantaranya sebagai berikut :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا اَفْطَرَ قَالَ: اَللّـٰهُمَّ لَكَ صُمْـنَا وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. الدرقطنى ٢:١٨٥، رقم ٢٦ ضعيف لان في اسناده عبد الملك بن هارون بن عنتره
Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka puasa beliau berdo’a, “Allaahumma laka shumnaa wa ‘alaa rizqika afthornaa fataqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim” (Ya Allah, untuk-MU kami berpuasa, dan atas reizqi-MU kami berbuka, maka terimalah (ibadah) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). [HR Daruquthni juz 2, hal 185 no 26, dlaif karena dalam sanadnya ada perawi ‘Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا اَفْطَرَ قَالَ: لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مِنِّى اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. الطبرانى فى الكبير ١٢:١١٣،رقم ١٢٧٢٨، فيه عبد الملك بن هارون بن عنترة وهو ضعيف
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka puasa beliau berdo’a “Laka shumtu wa’alaa rizqika afthortu fataqabbal minnii innaka antas samii’ul ‘aliim (Untuk-Mu aku berpuasa dan atas rizqi-Mu aku berbuka, maka terimalah ibadahku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) [HR Thabrani dalam Al-Kabir juz 12 hal 113 no. 12720, dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah, ia dlaif.

بِسْمِ اللهِ، اللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ . الطبرانى فى الاوسط رقم ٧٥٤٧، وفيه داود بن زبرقان وهو ضعيف
Bismillah, Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu (Dengan nama Allah. Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizqi-Mu aku berbuka). [HR Thabrani, dalam Al-Ausath hadits no. 7547, dalam sanadnya ada perawi bernama Dawud bin Zabraqan, dan ia dlaif – Majma’uz Zawaaid juz 3 hal 279]

عَنْ مُعَاذٍرص قَلَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا اَفْطَرَ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَعَانَنِى فَصُمْتُ وُرَزَقَنِى فَاَفْطَرْتُ. ابن السنى ص ١٦٩، رقم ٤٧٩، اسناده ضعيف لان فيه رجل لم يسم
Dari Mu’adz RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila berbuka puasa beliau berdo’a, “Alhamdu lillahil-ladzii a’aananii fa shumtu wa rozaqonii fa-afthortu (Segala puji bagi Allah yang telah menolongku, sehingga aku berpuasa dan telah memberi rizqi kepadaku, maka aku berbuka)”. [HR Ibnu Sunni hal. 169, no. 479, sanadnya dlaif , karena didalamnya ada perawi yang tidak disebutkan namanya].
عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ اَنَّهُ بَلَغَهُ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِ ذَااَفْطَرَقَالَ: للَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ . ابو داود ٢:ص ٣٠٦ , رقم ٢٣٥٨ مرسـل لان معاذبن زهرة م يدرك النبى ص
Dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya bahwa Nabi SAW apabila berbuka puasa beliau berdoa, ”Allohumma laka shumtu wa’alaa rizqika afthortu )Ya, Allah, untuk-mu aku berpuasa, dan dengan rizqi-Mu aku berbuka puasa(” [HR. Abu Dawud juz 2, hal 306, no 2358, hadist tersebut mursal, karena Mu’adz bin Zuhrah tidak bertemu Nabi SAW]
عَنِ ابْنِ اَبِى مُلَيْكَةَ يَقُوْلُ:سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرِوبْنِ اْلعَـاصِ يَقُوْلُ:سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ:اِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَ عْوَةٌ مَاتُرَدُّ،قَالَ ابْنُ اَبِى مُلَيْكَةَ: سَمِعْتُ عَبْدَاللهِ بْنَ عَمْرٍويَقُوْلُ اِذَااَفْطَرَ: اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ اَنْ تَغْفِرَلِى.ابن ماجه ١:٥٥٧،رقم١٧٥٣حسن
Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata : Saya mendengar ‘Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash berkata :Aku mendengar Rasullulah SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa itu ketika berbuka ada doa yang tidak akan di tolak”. Ibnu Abi Mulaikah berkata : Aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Amr apabila berbuka puasa berdo’a, “Allaahumma innii as-aluka birohmatikal-latii wasi’at kulla syai-in an taghfiro lii (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rohmat-Mu yang luas meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku)” [HR Ibnu Majah juz I, hal 557, no. 1753, hadits hasan]

عَنْ مَرْوَانَ يَعْنِى ابْنِ سَالِمِ الْمُقَفَّعِ قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقْبِضُ عَلَى لِحْيَتِهِ فَيَقْطَعُ مَازَادَعَلَى اْلكَفِّ وَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهَ ص اِذَا اَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلاَجْرُاِنْ شَاءَ اللهُ. ابو داود ٢:٣٦، رقم ٢٣٥٧، حسن
Dari Marwan, yakni bin Salim al-Muqaffa’i, ia berkata : Aku melihat Ibnu ‘Umar r.a. memegang jenggotnya, lalu memotong yang lebih dari genggaman tangannya. Ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila berbuka puasa beliau berdo’a, “Dzahabadh-dhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru, insya-allah (Haus telah hilang, urat-urat telah basah dan semoga pahala tetap didapat, insya Allah) [HR Abu Dawud juz 2 hal 306 no. 2357, hadits hasan]

Keterangan:
Dari riwayat-riwayat di atas bisa kita ketahui bahwa yang derajatnya hasan adalah riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abi Mulaikah dan riwayat Abu Dawud dari Marwan bin Salim. Namun pada riwayat Ibnu Abi Mulaikah di atas, doa tersebut adalah lafadhnya Ibnu ‘Amr. Adapun pada riwayat Abu Dawud tersebut lafads doa itu dari Nabi SAW. Dengan demikian kita ketahui bahwa do’a berbuka puasa yang paling kuat riwayatnya adalah yang diriwayatkan Abu Dawud dari Marwan bin Salim dari Ibnu ‘Umar.