Senin, 28 Maret 2011

UPZ-BMH IJMA TAQWA

Alhamdulillah setelah PKS ditanda-tangani , para amilin UPZ IJMA mulai bergerak. Pak Dede Suryana dan Pak Yana Maulana mulai merencanakan program dan pengelolaan data mustahik/Muzakki.
Program yang sudah terbayang akan dikerjakan diantaranya adalah :beasiswa berkah untuk anak yatim, beasiswa prestasi untuk anak-anak dhuafa yang memerlukan biaya sekolah dan proyek "Home/Masjid Schooling" untuk anak-anak yang putus sekolah..

"Home/Masjid Schooling" adalah konsep sekolah terbuka untuk level SD/SMP/SMA anak-anak dhuafa/yatim putus sekolah ini akan diberikan pendidikan sesuai dengan program Nasional plus pendidikan wirausaha dan agama..

Kami akan mencoba mengarahkan supaya anak bisa lulus UNAS tanpa belajar di bangku sekolah, sehingga pembelajaran formalnya akan fokus pada materi yang akan di UNASkan, sedangkan titik fokus lainnya adalah pada sisi Keagamaan dan Wirausaha...

Diharapkan si Yatim dan si Dhuafa putus sekolah formal ini kelak akan menjadi agen perubahan untuk lingkungan...

Alhamdulillah Pak Yana yang juga sekretaris RT ini sempat mempromosikan proyek ini di rapat RW, dan mendapat sambutan dari yang lainnya..termasuk dari Ibu Ana seorang aktivis di RW...

MMMMmmm.mudah2an proyek ini berjalan lancar

Jumat, 25 Maret 2011

Merawat Pohon Kesuksesan

Tulisan bayu gautama selalu menarik...sederhana tapi menarik...
Judul aslinya: Obrolan Pagi di teras rumah...


Pagi hari, sambil menyiram tanaman di halaman rumah saya
memerhatikan pohon mangga tetangga yang tengah berbuah lebat dan ranum.
Beberapa buahnya yang terlihat segar ‘nangkring’ di atas halaman rumah saya,
sehingga selalu jadi fokus perhatian setiap kali saya menyiram dan
merapihkan tanaman. Secara tak sengaja
pula, saya dan isteri sering bertanya kenapa pohon mangga tetangga sudah
berbuah sedangkan pohon di halaman rumah kita belum? Bukankah waktu menanamnya
sama? Apakah karena berbeda jenisnya?

Secangkir kopi panas datang bersama si cantik, udara yang
sejuk di pagi itu akan sedikit terhangati oleh dua teman setia, kopi panas dan
isteri yang cantik. Ditambah, ia pun ikut nimbrung dalam gumam saya, “Insha
Allah, memang belum waktunya tumbuh. Sabar, insha Allah nanti punya kita lebih
manis…” Aih, kalimat yang indah
seindah orangnya.

Setelah menyeruput kopi panas, terasa hangat membaluri
tubuh. Meski sebenarnya bukan hangat kopi yang membaluri tubuh ini, melainkan senyum
manis si pembawa kopi serta perhatiannya pada segala apa yang ada di diri
suaminya, termasuk hal-hal kecil yang tengah dipikirkan. Contohnya soal pohon
mangga di halaman rumah kita. “Mungkin kita tidak merawatnya sebaik tetangga kita
merawat tanaman-tanamannya, pohon itu kan makhluk hidup juga,” tambahnya.
Makhluk manis itu terlihat semakin manis dan cantik dengan kecerdasannya.

Sebenarnya beberapa pekan lalu pohon mangga itu sempat memberi
harapan dengan mulai berbunga, senang sekali melihatnya berbunga pertanda ia
pun bakal menghasilkan buah yang banyak. Namun entah kenapa, hanya berlangsung
dua pekan bunga-bunga yang juga sempat menjadi buah mangga berukuran
kecil-kecil itu rontok satu persatu. Saya hanya sempat mengatakan, “Yah,
buahnya nggak jadi rontok semua…” Mungkin isteri saya menangkap kesan kecewa di
hati saya meski itu sedikit. Karenanya ia kembali berujar, “Tidak apa, kemarin
ia berbunga itu sekadar memberi tanda bahwa ia masih hidup dan bisa berbuah. Kitanya
saja yang harus bersabar”.

Sambil duduk di teras menemani saya yang terus asik merawat
tanaman, rasanya teras rumah di pagi itu menjadi tempat terindah yang pernah
ada di dunia bagi saya. Ya, setiap pagi selalu ada obrolan menarik di teras
itu, baik dengan isteri atau dengan anak-anak menjelang mereka berangkat ke
sekolah. Atau pun obrolan yang tak terdengar seperti layaknya obrolan ketika
saya “berbincang” dengan si bungsu yang baru bisa menyebut satu-dua kata, “nihh…”
dan “tuhh”. Sesedikit apapun yang keluar dari mulutnya, tetapi kemampuan lawan
bicaranya menangkap apa yang terucap dan yang tidak terucap maka “perbincangan”pun
akan selalu bermakna. Sama halnya dengan pasangan kita, sering kali komunikasi
itu tidak selalu terucap, lebih banyak hal yang tidak terucap namun hanya
tersirat. Setiap pasangan dituntuk memiliki kemampuan lebih menangkap yang
tidak terucap itu, karena memang kadang tidak semua bisa dengan mudah
diungkapkan dengan kata-kata.

Kembali ke pohon mangga di halaman rumah yang belum berbuah,
membandingkannya dengan mangga tetangga yang lebat berbuah, “mungkin kita tak
sebaik mereka merawatnya, tak rajin menyiraminya, tak memupuknya dengan pupuk
terbaik dan tak membersihkan lingkungannya, juga tak mendoakannya,” imbuh si
cantik yang masih duduk manis di teras. Intinya, saya menangkap makna yang tak
terungkap dari ucapannya, bahwa “jangan iri dengan hasil yang didapat
seseorang, irilah dengan proses dan kerja keras yang diupayakannya sehingga
mendapatkan hasil yang baik”.

Sobat, kesuksesan tidak didapat dengan instan. Harus melalui
proses yang kerap tidak mudah, semakin tinggi tingkat kesuksesan yang ingin
kita raih, sudah pasti semakin besar juga tantangan yang harus dihadapi. Untuk mencapai
keberhasilan, semua proses menujunya wajib dijalani sebaik-baiknya. Sudahkah kita
benar-benar merawat pohon kesuksesan itu dengan baik? Menyiraminya dengan air
semangat agar senantiasa tumbuh, memupuknya dengan keyakinan agar menghasilkan
buah terbaik yang kita harapkan? Juga menjaga dan membentuk lingkungan yang
mendukung agar tumbuh kembangnya semakin baik?

Seringkali kita hanya melihat kesuksesan yang diraih orang
lain, tanpa mampu melihat proses dan kerja keras yang dilakukannya. Inilah letak
kekeliruan kita sehingga kesuksesan tak kunjung berpihak dan seolah terus
menjauh. Tersenyumlah menatap pohon kesuksesan Anda, teruslah berusaha
sekaligus bersabar menanti buah termanis dari setiap usaha kita.

Obrolah yang indah di teras pagi itu, seberapa mampu kita
menciptakan setiap ruang, tempat dan waktu untuk senantiasa mengambil hikmah,
sebanyak itulah kita akan mampu untuk terus memerbaiki dan melengkapi
kekurangan yang ada. (Gaw, dedicated for members of SOL - School of Life)



Bayu Gawtama
LifeSharerSOL - School of Life
085219068581 - 087878771961
twitter: @bayugawtama
@schoolof_life

SELAMAT PAGI YANG PUNYA MASALAH BESAR HARI INI

Tulisan ini saya ambil dari milis DT, Penulis adalah teman di facebook..
meski hanya bisa berteman di facebook tapi saya bangga bertemen dengannya...
kagum atas tulisan dan kiprahnya...selamat membaca...

Belum jam tujuh pagi saat itu, orang-orang di bawah flyover
Ciputat baru mulai memasang lapak-lapak mereka bersiap mengadu untung dari
ratusan manusia yang lalu lalang. Saya dan seorang sahabat, Riki, masih duduk
di dalam mobil yang terparkir persis di bawah flyover sambil menunggu seorang
rekan yang lain untuk berangkat ke Bandara. Tak berapa lama mata saya tertuju
kepada seorang pemilik lapak yang tengah menyiapkan lapaknya, entah kenapa mata
dan hati ini tak pernah bisa berhenti terusik oleh hal-hal yang kemudian selalu
mengandung pelajaran.

“Lihat kang…” tangan saya mencolak Kang Riki agar ikut
memerhatikan apa yang sedang menarik perhatian saya. “menurut Akang, apa yang
sedang dilakukan bapak pemilik lapak itu?” Sekelebat keluar jawaban singkat
darinya, “Ia sedang membersihkan sampah di dekat depan lapaknya”. Ya, sepintas
memang nampak seperti itu, bapak pemilik lapak tengah membersihkan sampah yang
berserakan persis di depan lapaknya. Mungkin ia tak ingin pembeli menjauh dari
lapak dagangannya kalau banyak sampah berserakan di depannya.

Satu-dua menit kemudian saya memberi pernyataan yang berbeda
dari sahabat saya itu, “menurut saya bukan membersihkan kang, ia hanya
memindahkan sampah-sampah itu dari depan lapaknya. Ia hanya akan menggesernya
satu-dua meter dari tempat semula.” Saya dan kang Riki pun semakin awas
memerhatikannya. Benar saja, beberapa saat kemudian kang Riki berseru, “benar…
ternyata dia tidak sedang membersihkan sampah, hanya memindahkan sampah itu ke
tempat orang lain…”

Setiap manusia pasti punya masalah, namun tidak semua berani
dan sanggup hadapi masalah. Masalah tidak akan pernah bisa dihindari, sepanjang
masih hidup akan selalu menemui masalah. Apakah sesudah mati kita tidak punya
masalah? Tentu saja tidak, pasti adalah masalah lain yang harus kita hadapi dan
selesaikan di hadapan Allah kelak, sebagai pertanggungjawaban perjalanan
kehidupan di dunia. Bisa jadi masalah yang harus dihadapi di akhirat nanti
lebih berat lantaran ketidakmampuan kita mengatasi masalah-masalah di dunia,
karena kita kerap menghindari dari masalah yang datang.

Masalah sesungguhnya energi bagi kehidupan kita, setiap ada
masalah ada energi baru yang mesti dikeluarkan untuk menyelesaikannya. Ujian
dan cobaan adalah cara Allah untuk menaikkan derajat manusia, seperti halnya
ujian kenaikan kelas yang harus dihadapi anak-anak di sekolah. Anak-anak yang
sengaja absen tidak berani hadapi ujian, sudah bisa dipastikan tidak akan naik
kelas. Jadi, semestinya kita bersukur jika terus menerus diberi ujian karena
Allah telah memilih kita untuk menjadi lebih baik di hari depan, tentunya
setelah kita melewati berbagai ujian tersebut.

Kembali ke pemilik lapak di bawah flyover Ciputat, sampah di
depan lapaknya adalah masalah yang harus diselesaikannya. Namun ia memilih
untuk memindahkan masalah tersebut agar tak lagi menjadi masalahnya, dan
berpindah menjadi masalah orang lain. Ia melimpahkan masalah di hadapannya ke
orang lain, sementara orang yang mendapatkan limpahan masalah punya dua
kemungkinan. Ia melakukan hal yang sama dengan temannya, atau ia mengambil
kesempatan untuk menjadi lebih baik dengan menyelesaikan masalah di depannya.

Nyatanya, memang tidak sedikit orang yang takut menghadapi
dan menyelesaikan masalah yang menghampirinya. Setiap masalah yang datang ia
bersembunyi, menghindar atau mengarahkan masalah tersebut ke alamat orang lain,
yang penting tidak ke tempatnya. Orang-orang semacam ini sebenarnya tengah
mengalami kerugian ganda. Pertama, ia tak mendapatkan pelajaran baru dari setiap
masalah yang seharusnya dihadapi, kedua ia tak pernah tahu kemampuannya yang
sesungguhnya. Padahal, jelas-jelas Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas
kemampuan manusia. Jika masalah Anda
bertambah berat, itu berarti kualitas diri Anda bertambah.

Contohnya memang cuma sampah, sebuah masalah kecil di
hadapan kita. Tetapi kalau masalah kecil saja tidak mau menghadapinya,
bagaimana Allah akan memberi tantangan yang lebih besar? Jadi, jangan pernah
pindahkan masalah Anda ke orang lain. Terima saja, hadapi dan selesaikan setiap
masalah yang Anda punya. Ini pilhan buat siapapun, Anda boleh tinggalkan
masalah itu dan tetap menjadi diri Anda yang biasa-biasa saja, atau berani
menghadapinya. Lihat hasilnya, Anda akan menjadi orang yang sangat berbeda dari
sebelum Anda menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Saya ucapkan “selamat” kepada siapapun yang memiliki masalah
besar hari ini, karena esok hari Anda akan menjadi orang yang lebih hebat hari
ini. Tersenyumlah sobat! (gaw)

Bayu Gawtama
LifeSharerSOL - School of Life
085219068581 - 087878771961
twitter: @bayugawtama
@schoolof_life

Kamis, 10 Februari 2011

Saudaraku Bersatulah.....lawan penistaan itu...

Agama Islam di Indonesia kembali mengalami pelecehan...
Kerusuhan di Temanggung dan Cikeusik terjadi karena ada pelecehn,penistaan dan provokasi terhadap umat islam...
Sang Presiden menabuh genderang perang terhadap Ormas yang dianggap anarkis....cuma dia sendiri tidak berani menyebut Ormas apa namanya...
Tiga orang ahmadiyah mati..cepat sekali respon media...tapi ketika umat muslim di poso dibantai..waduh cari beritanya pun susah minta Ampun...
Pada saat para preman ribut di Jakarta, banyak yang mati..tidak seribut ini..
Pada saat geng motor membantai korbanya..tidak ada berita di media televisi...sebegitu hebatnya kah keadilan pemberitaan ini...

Sementara umat muslim..masih juga terkotak-kotak...
Heeii...saudaraku..mari bersatu...
Lindungi Jamaah kita yang sebentar lagi akan terkena fitnah...
Jangan biarkan mereka terus jadi Korban...keluar masuk penjara..

Hmmm...untuk sementara Kasus pencurian terbesar negeri inipun menguap...tidak ada lagi beritanya saat ini...

Gayus...sekarang lagi dimana ya? Bali? London? Hongkong?

Ya..Allah beri kami umat Islam ini persatuan...
Beri kami pemimpin yang Adil...
Hukumlah pemimpin-pemimpin negri ini yang Zalim terhadap umat-MU
Beri para pemimpin itu keberanian untuk membubarkan Organisasi Penista Agama...Organisasi Sesat..

Wass,

Senin, 07 Februari 2011

Buletin Seruan Taqwa

Musyawarah kedua dimulai, Jamaah yang ikut serta masih kurang lebih dari minggu sebelumnya..beberapa orang masih malu-malu untuk bergabung..dan yach..masih ada yang curiga..hui..hi..hi..

Musyawarah kali ini menelorkan beberapa kesepakatan yang sangat baik..yach kegiatan kita ,mulai dari yang ringan-ringan dulu, sperti:
1. Komitmen untuk melakukan Musyawarah Mingguan
2. Kegiatan Silaturahmi dari rumah ke rumah jamaah setiap dua minggu sekali
3. Penerbitan Buletin IJMA, dan beberapa kegiatan lainnya..

Buletin Ijma ditujukan penyebarluasan hasil-hasil kajian yang ada di Mesjid At-Taqwa secara tercetak. Ini namanya Dakwah Bil Qalam...isinya kurang lebih adalah ikhtisar dari pengajian-pengajian yang ada di mesjid At-Taqwa.

Harapan dari diterbitkannya Buletin ini adalah supaya hasil dari pengajian dapat diketahui warga dan memicu ketertariknya masyarakat sekitar mesjid untuk semakin memakmurkan Mesjid...

Saya mengusulkan nama dari buletin tersebut adalah "SERUAN TAQWA" ...hehe pada setuju ga ya?
Kita musyawarah dulu...:-)

Wass

IJMA TAQWA

Tanggal 28 Januari 2011 / 22 shafar 1432 Hijriah adalah hari yang sangat bersejarah bagi Jamaah masjid At-Taqwa. Ditengah vakuumnya komunikasi,musyawarah dan kegiatan yang dikelola DKM At-Taqwa, para jamaah mesjid At-Taqwa mencoba berkumpul dan membuat wadah sebagai Media Komunikasi, Musyawarah, dan Penyalur Aspirasi Jamaah dan warga sekitar mesjid At-Taqwa Parakan Mas. 9 orang jamaah hadir pada saat pembentukan dan sekitar 4 orang menyetujui pembentukan ini secara lisan dan ikut mendukung berdirinya wadah ini.

Sehingga total 13 orang Jamaah bersepakat untuk membentuk Ikatan Jamaah Masjid At-Taqwa atau disingkat menjadi IJMA-TAQWA. Mengapa nama ini dipilih ? padalah ada beberapa nama lain yang tersedia? IJMA berasal dari bahasa ARAB dan secara bahasa memeiliki beberapa arti yaitu: kesepakatan, orang yang berkumpul untuk membuat kesepakatan atau tekad yang kuat untuk melakukan sesuatu (azzam). Itulah alasan kami memilih nama tersebut: IJMA-TAQWA .IJMA-TAQWA dapat diartikan Jamaah mesjid At-Taqwa yang berkumpul, bersepakat dan bertekad kuat dalam melaksanakan hidup berjamaah untuk meningkatkan ketaqwaan.Visi kami adalah membangun peradaban islami dimulai pada lingkungan sendiri.Pada beberapa waktu ke depan kami berharap semakin banyak lagi Jamaah yang bergabung dengan IJMA-TAQWA.

Alasan lain mengapa dibentuk ikatan jamaah ini adalah kami melihatr begitu banyak potensi individu yang ada didalam Jamaah Mesjid At-Taqwa Parakan Mas. Dari sisi pengalaman berorganisasi beberapa orang dalam Jamaah dan guru yang mengajar di Mesjid At-Taqwa adalah anggota atau bahkan pengurus PERSIS, beberapa orang tumbuh dan besar dalam iklim Muhammadiyah, sebagian lagi kental dengan Budaya NU-nya, ada yang aktif di gerakan Hidayatullah, adajuga yang aktif di gerakan Jamaah Tabligh, bahkan aktivis Dakwah Hizbut Tahrir pun ada di Mesjid At-Taqwa. Pertanyaannya mengapa dakwah di lingkungan mesjid kurang agresif? Jamaahnya itu-itu saja...sedikit sekali pertumbuhannya...setelah ditelaah..karena kami kurang bersatu..

dari sisi Profesi ada bermacam-macam profesi dan pengusaha di lingkungan kami: ada ahli IT, ada pengusaha travel, ada "konglomerat" besi, ada juragan Bisnis Ayam potong Halal,ada pengusaha rumah makan, ada agen Gas ELPIJI, ada yang usaha busana muslim, ada yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar, bahkan tetapi mengapa jarang sekali ada komunikasi mengenai ekonomi syariah?mengapa tidak membentuk Usaha bersama untuk mempekerjakan Jamaah yang kebetulan masih tidak memiliki pekerjaan tetap tapi memiliki banyak tanggungan?

Kemudian kemana para pemuda-pemudinnya? siapa yang membina? padahal banyak sekali yang sudah memiliki pengalaman organisasi setumpuk..tapi anak muda bahkan anak mudanya kehilanggan bimbingan? Ijma Taqwa berharap bisa menjadi jembatan pembinaan ini...jangan berebut jamaah..jangan berebut posisi di mesjid....mari kita berebut pahala Allah dengan bersatu untuk membangun peradaban islam dimulai dari lingkungan kita sendiri...

Ketika IJMA TAQWA terbentuk...ada juga yang merasa curiga...
Saudaraku..janganlah curiga dan berprasangka buruk seperti itu...mari bergabunglah dengan kami...lihat apa yang kami lakukuan...dengarkan musyawarah diantara kami..ceburkan dirimu bersama kegiatan-kegiatan kami...Insya Allah lingkungan kita akan semakin Islami...

Tetapi saudaraku..jika engkau tidak ingin bergabung...biarkan kita masing-masing beraktifitas berlomba-lomba dalam kebaikan tanpa saling mengganggu ...

Ya Allah..kami hanya berharap Ridha-MU ..bimbinglah kami untuk senantiasa Istiqomah dan bersabar dalam usaha dakwah ini...Ammmiiiiin

Wass,

Jumat, 04 Februari 2011

Kecamatan di Kota Bandung

No.
Nama Kecamatan
Alamat

1.
Andir

JL. Srigunting Raya No.1 Bandung, Telp.: 022-6011304
Email: kec.adr[at]bandung.go.id

2.
Antapani

JL. A H Nasution No. 14 Bandung, Telp.: 7271129
Email: kec.atp[at]bandung.go.id

3.
Arcamanik

JL. Cisaranten Kulon Bandung, Telp.: 022-7801583
Email: kec.manik[at]bandung.go.id

4.
Astana Anyar

JL. Bojongloa No.69 Bandung, Telp.: 5200419
Email: kec.anyar[at]bandung.go.id

5.
Babakan Ciparay

JL. Babakan Ciparay No. 212 Bandung, Telp.: 6015723
Email: kec.bacip[at]bandung.go.id

6.
Bandung Kidul

JL. Batununggal No.3 Bandung, Telp.: 7531377
Email: kec.bankid[at]bandung.go.id

7.
Bandung Kulon

JL. Holis No.210/191 A Bandung, Telp.: 6015113
Email: kec.bankul[at]bandung.go.id

8.
Bandung Wetan

JL. Taman Sari No.49 Bandung, Telp.: 022-2507166
Email: kec.bantan[at]bandung.go.id

9.
Batununggal

JL. Venus No. 6 Bandung, Telp.: 022-7316330
Email: kec.btng[at]bandung.go.id

10.
Bojongloa Kaler

Jl. KH. Wahid Hasyim No. 258 Bandung, Telp.: (022) 6011418
Email: kec.bojkal[at]bandung.go.id

11.
Bojongloa Kidul

JL. Leuwi Panjang / Kebon Lega Bandung, Telp.: 5206478
Email: kec.bojkid[at]bandung.go.id

12.
Buahbatu

JL. Cijawura Hilir No. 64 Bandung, Telp.: 7509945
Email: kec.bubat[at]bandung.go.id

13.
Cibeunying Kaler

Jalan Raya Cigadung Selatan Nomor 100 C Bandung, Telp.: (022) 2500961
Email: kec.cibkal[at]bandung.go.id

14.
Cibeunying Kidul

JL. Sukasenang No.11 Bandung, Telp.: 7271665
Email: kec.cibkid[at]bandung.go.id

15.
Cibiru

JL. Manisi No.13 Bandung, Telp.: 7801582
Email: kec.cbu[at]bandung.go.id

16.
Cicendo

JL. Purabaya No.1 Bandung, Telp.: 6015411
Email: kec.ccd[at]bandung.go.id

17.
Cidadap

JL. Hegarmanah Tengah No.1 Bandung, Telp.: (022)2032291
Email: kec.cdd[at]bandung.go.id

18.
Cinambo

JL.Jendral A.H. Nasution No. 82 Bandung, Telp.: (022) 7815274
Email: kec.cnb[at]bandung.go.id

19.
Coblong

JL. Sangkuriang No. 10a Bandung, Telp.: 2504467
Email: kec.cbl[at]bandung.go.id

20.
Gedebage

Kecamatan Gedebage Bandung, Telp.:
Email: kec.gdb[at]bandung.go.id

21.
Kiara Condong

JL. Babakan Sari No. 117 Bandung, Telp.: 7271101
Email: kec.kircon[at]bandung.go.id

22.
Lengkong

JL. Talaga Bodas No.35 Bandung, Telp.: 7310219
Email: kec.lkg[at]bandung.go.id

23.
Mandalajati

Kecamatan Mandalajati Bandung, Telp.:
Email: kec.mdljt[at]bandung.go.id

24.
Panyileukan

Jl. Soekarno Hatta KM 12,5 Bandung, Telp.: (022) 7812727
Email: kec.pnylk[at]bandung.go.id

25.
Rancasari

JL. Santosa Asih No.17 Bandung, Telp.: 7562918
Email: kec.rcs[at]bandung.go.id

26.
Regol

JL. Denki No. 54 Bandung, Telp.: 5202489
Email: kec.rgl[at]bandung.go.id

27.
Sukajadi

JL. Sukamulya No.4 Bandung, Telp.: 2015736
Email: kec.skjd[at]bandung.go.id

28.
Sukasari

JL. Gegerkalong Hilir No. 155 Bandung, Telp.: 2012906
Email: kec.sksr[at]bandung.go.id

29.
Sumur Bandung

JL. Lombok No.6 Bandung, Telp.: 4205668
Email: kec.surban[at]bandung.go.id

30.
Ujungberung

JL. Alun - Alun Utara No. 211 Ujungberung Bandung, Telp.: 7800003
Email: kec.uber[at]bandung.go.id

Selasa, 25 Januari 2011

Produsen Dodol Susu

Produsen permen susu, kerupuk susu dan dodol susu, namanya Ibu Ipah Jl. Cinchona No 2/4 Pangalengan Bandung Selatan Telp. (022) 85970122, HP : 08122355736.

Senin, 24 Januari 2011

Al Qur'an, surat cinta dari Allah

Catatan Bpk. Yan Harlan dari milis Daarut Tauhid...
hmmm...seharusnya sehari se juz bisa ya...

Al Qur'an, surat cinta dari Allah ( note # 4 from a memorable Umroh Trip )

Catatan disela I'tiqaf Ramadhan tahun kemaren, semoga ada hikmah yg bisa kita ambil

Sekitar 3 thn yang lalu dari Pak Hamim Thohari saya pernah mendengar ungkapan : Al Qur'an itu mungkin bisa dinilai sebagai surat cinta Allah kepada hamba hamba NYA, ... dan Seorang pencinta pasti sangat senang membaca surat dari yg dicintainya.

Dalam perjalanan umrah kali ini saya melihat demonstrasi ungkapan itu. Mayoritas jama'ah yang ber i'tiqaf di Masjidil Haram larut dalam keasyikan membaca Al Qur'an, dari berbagai suku bangsa dan lintas profesi. Mereka membacanya pagi, siang, sore, malam, dan bahkan menjelang shubuh. Sekiranya yg larut dalam keasyikan itu seorang pensiunan atau (ma'af) orang biasa biasa saja, saya tdk terlalu kagum. Akan tetapi kalau yg sangat banyak membaca Qur'an itu seorang pengusaha, seorang engineer, atau seorang pejabat pemerintahan misalnya, kekaguman saya muncul.

Di malam 27 Ramadhan kemaren, saya punya kenalan baru, namanya Zuher dari Maroko, dia adalah pengusaha /pemilik pabrik pengalengan makanan di Marakkesh. Zuher membaca membaca Qur'an dg endurance yg luar biasa, dari ba'da Ashar sampai Isya dia mambaca 6,5 Juz, sangat cepat, dua hari yg lalu saya bersebelahan dg Muhammad, seorang Aircraft engineer AU Nesir, selama 10hari terakhir Ramadhan beliau mengkhatamkan Al Qur'an rata rata setiap 3 hari. Utsman, seorang pegawai di UAE juga stabil membaca Qur'annya, selain dia 'mendakwahi' saya ttg sunah nabi. Sepertinya posisinya dipemerintahan cukup tinggi dilihat dari pakaian, jam, sendalnya, dan dia menginap dihotel yg bertarif 10 s/d 24 jutaan permalam. Sebelumnya saya kenal saya juga berkenalan dg Muhammad Yakub, seorang Executive Director sebuah Holding Company di Bangladesh, antara Maghrib dan Isya dia membaca Surat Al Waqiah berulang ulang. Banyak lagi kenalan yg baru saya kenal di Masjidil Haram.

Saya merasa begitu beruntung kenal dg orang2 shaleh itu, Urusan dunia dan urusan akhirat dikelola / diurus dengan kesungguhan.
Duduk bersimpuh membaca Qur'an tentu pegal, sekarang sdh ada kursi khusus I'tiqaf, jadi kita bisa membaca Al Qur'an sambil bersandar, bila punggung sudah terasa pegal karena kelamaan duduk, baca Al Qur'an sambil berdiri, capek berdiri: duduk, dan subhanallalah, ada yg baca Qur'annya sambil tiduran. Saya teringat petikan QS Ali Imran, ... Alladziina yadzkuruunallaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junubihim ... Mereka berzikir mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau berbaring, ... Ali Imran ayat 191.

Para salafussaleh begitu tinggi interaksinya dengan Al Qur'an. Imam Syafii selama Ramadhan mengkhatamkan Qur'an 2x setiap malam, Kahlifah Umar bin Khattab dan Utsman bi Affan mengkhatamkan Al Qur'an setiap malam. Imam Abu Hanifah sepanjang hayatnya mengkhatamkan Al Qur'an tidak kurang dari 6000x. Rasulullah, dalam satu rakaat saja shalat malam beliau membaca sekitar 4,5 Juz Al Qur'an, padahal beliau shalat malam 8 rakaat dan 3 rakaat witir.

Kenalan baru saya di Masjidil Haram ini begitu tekun 'online dg Allah' ... Muhammad Yakup mengatakan, hampir setiap tahun saya datang kesini, I need to detox my soul kata Yakub. 300 hari lebih saya mengurus bisnis, nah yg 10 hari ini 'my time for Allah' ... 300 hr lebih berurusan dg makhluk, dan 10 hr bergaul dg sang Khalik ... Subhanallah.

Detox melalui pengaturan pola makanan insyaAllah akan membuat badan lebih sehat, Detox spiritual akan membuat serang hamba menjadi lebih dekat kepada Allah, menentramkan batin, membeningkan hati, dan mejadikan kita semakin terpesona akan keindahan pada setiap pengaturan / ketentuan Allah yg setiap detik milyaran nikmat berlangsung pada setiap desah nafas kita, setiap butir nasi yg kita makan, dalam setiap kedipan mata, setiap detakan jantung, setiap sel darah merah, setiap serabut otot dan syaraf kita. ...

Mari kita jadikan apa yg dilakukan Utsman, Zuher, Muhammad Yakup, Nimra, sebagian dari kenalan baru saya, dan para hamba shaleh lainnya sebagai sumber inspirasi dan memotivasi kita untuk banyak berinteraksi dengan Al Qur'an, dg membacanya, mempelajari kandungan maknanya, menghayati dan mengamalkannya.

O, ya, semalam dari shalat Maghrib, Isya sampai selesai shalat tarawih saya bersebelahan dg seorang jenderal AU Mesir, ... Rendah hati dan tekun ibadahnya, semoga ( petinggi militer kita) juga spt itu ...

Salam dari Yan Harlan, dari Makkah al Mukarramah. (Sambil menunggu waktu Isya, malam 28 Ramadhan). Tolong di sebar ya ? Mari senantiasa berbagi cahaya iman, smg Ampunan, Rahmat dan Ridho Allah menaungi kita senantiasa, amiiiin.

-----------
Sahabat sekalian, ... sekian jam kita dalam sehari berada didepan komputer dan sebagian diantaranya terhubung dengan internet. Nah berangkat dari semangat `tiada hari tanpa membaca Al Qur'an', maka disela kesibikan kantor (ketika online) silahkan masuk ke www.salingsapa.com , dan pilih fitur Al Quran . Anda akan bisa membaca Qur'an digital dalam format flash atau bacaan ayat perayat. Bacaan ayat per ayat ini insyaAllah akan memudahkan kita untuk memeriksa /mengetahui cara membaca yang benar sesuai dengan kaidah Tajwid yang benar. Selamat membaca Al Qur'an, selamat mencahayai jiwa, ...barakaallah fii kum



__._,_.___

Innalillahi wa'inna illaihi ROji'un

Telah berpulang ke Rahmatullah..
Bpk. Ustadz Helmy Anshori Hassan..
Sekitar 2 minggu yang lalu di Balikpapan..

Beliau adalah guru pengajian jum'at malam di KOmpleks BDS I Balikpapan...
Pada saat mendengar ceramah beliau yang pertamalah..kesadaran saya untuk sholat berjamaah di mesjid terpacu...waktu itu saya diajak untuk mengikuti pengajian yang diasuh beliau yang kebetulan dilaksanakan di rumah tetangga sekaligus teman sekantor saya Bapak. M.Najib...itulah saat pertama saya ketemu beliau dan mendengar bahwa RAsulullah sangat marah pada orang yang menyepelekan shalat fardu berjamaah di mesjid..

Selamat Jalan Ustadz...Allhumagfirlahu..Warhamhu...Wa'afihi..Wafuanhu...